Kenalilah Budaya Anda Sendiri,Sebelum Anda Mengenal Budaya Orang Lain.....
Showing posts with label read more. Show all posts
Showing posts with label read more. Show all posts

Thursday, March 25, 2010

Halo Batikers...

HanYa SekeDar Info Tambahan...

Berdasarkan Cara pembuatanya, Batik di bagi menjadi 3 macam :

1. Batik Print,Yaitu Batik Yang dibuat dengan cara di sablon,atau bisa juga dengan cara di print.Cara Pembuatan batik yang seperti ini adalah cara yang dapat menurunkan harga maupun kualitas batik itu sendiri.Karena selain cetakan batik yang mudah pudar,harga kain batik yang dibuat dengan cara ini relatif murah,dan kurang bernilai seni...



2. Batik Cap,kain Batik yang dibuat dengan cara di cap biasanya kain batik yang dibuat sebagai bahan dasar baju.Kenapa demikian,Kain batik yang dibuat dengan cara dicap,motif batiknya tidak mudah pudar dan bajunya pun akan semakin nyaman

dipakai.Mengapa demikian...??karena semakin sering baju tersebut di cuci,maka baju itu akan menimbulkan sensasi dingin bagi yang memakainya,Batik Cap,Harganya masih Relatif Terjangkau,yaitu antara 40-100 rb an...



3. Batik Tulis,NaH..!!!Teman Teman,Batik Tulis adalah batik yang paling mahal serta batik yang paling banyak diburu oleh para pecinta batik.Karena selain kualitas yang tinggi,warna yang tidak mudah pudar,Nilai seni yang terkandung dalam kain relatif tinggi...batik ini adalah batik yang cara pembuatanya dengan cara ditulis atau dengan cara di canting,proses pembuatan batik ini relatif lama.Berkisar antara 1-2 bulanan.Oh ya,Batik yang ditulis di atas kain sutera,harganya dapat mencapai milyaran rupiah lhoooo....!!!
Hebat kan....???ItulaH SUatu bukti,Bahwa sebenarnya batik itu dapat di katakan sebagai sandang termahal di dunia....Maka dari itu,berbanggalah kita menjadi pewaris tunggal kekayaan bumi pertiwi ini....

PERLU DI KETAHUI


Pahlawan wanita R.A. Kartini dan suaminya memakai rok batik. Batik motif parang yang dipakai Kartini adalah pola untuk para bangsawan

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini.
Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik Jawa

Batik Jawa


Batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunya motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu



mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo.

Gambar-Gambar Batik Jawa




History Batik

Secara berasal historis dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.


Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.


Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.


Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.


Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.


Search Here